News Buleleng Gempar, Terduga Penculikan Anak Diamankan

tito-karnavian_20170223_124444

Warga Kelurahan Liligundi, Kecamatan Buleleng mendadak gempar dengan dipergoknya seorang pria yang diduga sebagai pelaku penculikan anak, pada Kamis (23/3/2017) pukul 20.30 Wita.

Warga yang mulai emosi nyaris melakukan pengeroyokan pada pelaku.

Beruntung pria yang diduga sebagai pelaku penculikan anak itu langsung diamankan oleh perangkat kelurahan Liligundi di Balai Banjar Kelurahan Liligundi.

 

Salah seorang warga bernama Gusti Lanang Nyoman Syardika mengatakan warga sekitar curiga kepada pelaku lantaran sering mondar mandir di depan Indomaret Liligundi atau lebih tepatnya di depan Bank BPD Buleleng, Liligundi.

“Warga curiga karena dia mondar mandir di depan bank itu. Ditanya tidak bawa KTP. Asalnya katanya dari Lombok kerja di Ubung. Warga banyak sekali. Dia (terduga pelaku) nyaris dikeroyok,” ujar Lanang saat ditemui usai memberikan keterangan sebagai saksi di Polsek Kota Singaraja.

Hingga berita ini ditulis, terduga pelaku penculikan masih dilakukan pemeriksaan di Makopolsek Kota Singaraja.

Sebelumnya diberitakan, telah beredar surat pemberitahuan peningkatan kewaspadaan terkait adanya isu penculikan anak di wilayah Seririt dan Tejakula, Kabupaten Buleleng, yang dibuat oleh perangkat Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, gegerkan Bumi Panji Sakti.

 

Surat yang dibuat 13 Februari 2017 itu bertuliskan himbauan kepada warga Gobleg untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memberikan pengawasan ketat terhadap anak berusia satu hingga enam tahun.

Hal ini disebabkan karena adanya isu mengejutkan yang mencuat bahwa penculikan anak telah terjadi di kawasan Seririt dan Tejakula.

Kepala Desa Gobleg, Nyoman Gede Karyawan membenarkan jika surat tersebut merupakan hasil buah tangannya. Ia mulai menyebarkan surat pemberitahuan itu sejak dua minggu yang lalu.

“Surat itu benar saya yang buat. Saya mendengar info dari teman-teman bahwa penculikan anak telah terjadi di kawasan Seririt dan Tejakula. Untuk mencegah hal tersebut agar tidak terjadi di Desa Gobleg, saya buat lah surat itu. Surat itu hanya bentuk kewaspadaan saja,” ucapnya saat dihubungi melalui saluran telepon seluler, Rabu (8/3/2017) silam.

Saat dikonfirmasi terkait kebenaran penculikan anak yang terjadi di wilayah Seririt dan Tejakula, Kabag Humas Polres Buleleng, AKP Nyoman Suartika mengaku belum mengetahui adanya hal tersebut.

“Saya belum monitor,” tegasnya kala itu. (*)